Aquarium

Aquarium

Selasa, 05 Juli 2011

Perawatan Aquarium

Cara perwatan arowana pada dasarnya sama dengan perawatan ikan lainnya. Hal yang terpenting adalah menjaga kualitas air dalam aquarium. Ikan ibaratnya hidup di dalam toiletnya sendiri yang artinya tidak terbayang betapa kotornya jika tidak rutin dibersihkan dan sistem filtrasi tidak memadai.
Ganti air sebanyak 20-25% secaran rutin sebanyak 1 minggu 1 kali dengan langkah-langkah sebagai berikut;
  1. Sebelum mengganti air, bersihkan terlebih dulu dinding dalam aquarium dengan menggunakan sepon/kapas yang bersih. Biasanya algae sering menempel di dinding kaca.
  2. Matikan heater/pemanas terlebih dulu. Hal ini untuk menghindari heater/pemanas pecah, meledak atau bocor akibat panas yang dikeluarkan sementara tidak terkena air.
  3. Setelah itu sedot kotoran dan buang air sebanyak 20-25%.
  4. Sebelum air baru dimasukkan, bersihkan kotak filter, selang/pipa dan media-media terlebih dulu. Hal ini agar kotoran yang mengendap di dasar kotak filter & selang/pipa masuk kembali. Ganti sepon/kapas dengan yang baru.
  5. Masukkan air baru yang sudah di endapkan paling cepat 1 hari dan telah di aerasi (diberi gelembung).
  6. Berikan obat-obatan & cairan yang dibutuhkan untuk menetralisir air berikut garam ikan secukupnya (biasanya hanya 1 sendok makan)
  7. Tutup kembali rapat-rapat bagian atas aquarium, karena sering kali arowana meloncat-loncat akibat terjadinya perubahan suhu atau parameter air baru yang dimasukkan.
  8. Jalankan kembali mesin filter/powerhead dan heater/pemanas.

    Sumber : http://aroblogs.blogspot.com/2007/09/perawatan-aquarium.html

Merawat Akuarium

Setiap kali anak-anak menuntut untuk memelihara binatang saya selalu tolak dengan cara meminta mereka berjanji untuk bertanggung jawab. Seberapa pun kuatnya keinginan memelihara binatang, syarat janji kesediaan merawat tetap saja memang karena terlalu berat buat mereka (yang boleh dibilang banyak unsur malasnya). Berhubung sayang anak, akhirnya terlaksana juga memiliki binatang peliharaan. Dengan pertimbangan minimalisasi pemeliharaan, pilihan jatuh ke ikan.
Akuarium terbeli lengkap dengan dekorasi dasar pasir hitam, pasir putih, batu-batu, dan 2 macam tanaman air. Untuk menimbulkan sirkulasi air yang penting untuk memasukkan oksigen, digunakan pompa kecil yang bisa direndam; bagus sekali teknologi pompa ini karena mampu memutar tanpa menimbulkan suara berisik. Selain memberi kesempatan air menangkap oksigen dari permukaan, sirkulasi ini nampaknya disukai ikan. Selain itu, arah sirkulasi yang sejajar kaca depan akuarium membuat ikan selalu dalam posisi tampak samping. Tampak samping kanan bila sedang dibagian atas, dan samping kiri bila sedang berada dibagian bawah akuarium.
Pada awalnya kami membeli 2 penguin slayer (seperti wader diberi strip hitam memanjang di badan), 4 lemon guppy (ikan kecil gembung dengan warna kuning, banyak makan dan banyak kotoran), 4 neon tetra (seperti cetul strip biru), dan 2 glass cat fish. Menurut saya hanya glass cat fish yang paling unik. Daging ikan ini transparan sehingga terlihat rangka tulangnya. Mengikuti saran penjual, ikan-ikan itu saya beri makan Tropical Flake. Satu botol plastik harganya Rp. 15.000,-- untuk sekitar 1 bulan. Pernah terlupa memberi makan sampai beberapa hari ternyata ikan-ikan itu bertahan dengan memakan lumut.
Beberapa bulan pertama kami, tepatnya saya sendiri, masih rajin menguras; mengganti air seminggu sekali. Lama kelamaan bosan juga mengganti air tiap minggu. Berangsur menjarang sampai akhirnya air baru diganti satu bulan sekali. Biasanya dalam satu minggu lumut sudah tumbuh baik di dinding maupun di bebatuan dan tanaman. Lewat satu minggu akuarium tidak bisa dinikmati sama sekali. Dengan perlakukan buruk ini tanaman air mulai membusuk dan ide-ide menghentikan pemeliharaan ikan mulai dimunculkan.
Dalam kondisi "kritis" saya teringat pada satu jenis ikan yang konon bisa membantu kita membersihkan akuarium yang diberi nama ikan sapu-sapu. Dengan berat hati, karena sudah bosan, saya memutuskan untuk membuang semua dekorasi akuarium (pasir, bebatuan hitam dan tananam air). Dengan demikian pekerjaan menguras menjadi lebih mudah. Bosan dengan suasana sepi, istri saya memasukkan batu-batu putih. Dengan lampu penerangan yang diganti dengan neon putih kemerahan (pada saat perlu beli karena yang lama mati, kebetulan di toko tempat saya beli lampu kehabisan neon putih), akuarium kembali bisa dinikmati. Selain itu, koleksi ikan dilengkapi dengan dua ekor ikan sapu-sapu.
Ternyata ikan sapu-sapu bekerja sangat baik. Tiga bulan terakhir ini saya tidak pernah menguras/membersihkan akuarium. Saya tidak tahu kapan dia bekerja karena setiap kali dilihat orang, ikan ini selalu mengambil posisi sembunyi. Sesekali saya melihat ikan ini bergerak sangat pelan dengan menempelkan sapunya (bibir yang melebar) di dinding akuarium namun secepatnya ikan ini kembali bersembunyi kalau melihat orang yang mengamatinya. Yang jelas dinding akuarium nampak bersih. Bahkan saya jarang melihat ada lumut baik di dinding akuarium, bebatuan maupun dinding pompa air. Luar biasa! Sejak ada ikan sapu-sapu, sampai sekarang belum sekalipun saya membersihkan akuarium. Setiap kali ada niat, selalu urung karena melihat kondisi akuarium. Kalayu masih kelihatan bersih, kenapa harus repot membersihkan? Saat ini 2 penguin slayer, 6 neon tetra, 2 guppy merah, dan seekor ikan sapu-sapu nampah hidup rukun dan bahagian tanpa ada yang mengusik.

Sumber : http://prastowo.staff.ugm.ac.id